Wednesday, October 29, 2014

Too Afraid To Lose You

Well, kali ini aku ga akan ngebahas tentang Nanda lagi, tapi kali ini tentang teman-teman yang amat sangat kusayangi. Sejujurnya, baru selama kuliah ini aku mendapatkan teman-teman yang sangat baik dan jujur saja aku sangat menyayangi mereka juga bergantung kepada mereka. Kenapa kali ini aku membahas mereka karena aku merasa aku kehilangan mereka satu per satu. Dan rasa kehilangan itu amat sangat menyakitkan untukku.
Waktu semester dua, aku pernah mendapatkan firasat buruk. Firasatku mengatakan bahwa semua teman-temanku akan menjauh, tapi aku tak tahu kapan dan mengapa juga siapa.
"Menurut kalian, kita masih bisa tetep bareng-bareng kaya gini ga?"
Sebuah pertanyaan yang cukup polos terlontarkan begitu saja dari mulutku. Aku masih sangat ingat saat itu aku, Jaja, Aiwa, Diah, Wahyu, Nanda, Mei dan juga Eka sedang makan malam di 50:50. Mereka semua langsung melihatku dengan bingung.
"Kamu ngomong apa sih, Sei? kita pasti tetep ngumpul lah."
Aku tidak ingat siapa yang berkata seperti itu. Aku langsung menundukkan kepalaku. Firasat ini terlalu kuat untuk sekedar sesaat. Aku benar-benar merasa akan kehilangan mereka semua.
"Tapi, kita udah jarang bareng kan sekarang? pasti nanti semua pada mencar terus ga pernah bareng langi." lanjutku masih tetap tertunduk.
"Biasanya yang ngomong kaya gini yang ngejauhin duluan, loh."
Aku masih ingat bahwa itu Jaja yang berbicara sambil menepuk pundakku yang disertai dengan anggukan setuju dari yang lainnya. Aku hanya bisa tersenyum dengan terpaksa dan setelah itu mereka berjanji untuk terus bermain bersama tanpa ada yang berpencar.
Setelah semester tiga, firasatku menjadi kenyataan. Teman-temanku mulai berpencar. Aku akui jadwal kita semua berbeda, tapi walaupun kita memiliki jadwal yang sama para anak cowok terkesan menghindari bahkan menjauhi para anak cewek. Kupikir hanya aku yang merasa, tapi ternyata Mei dan Aiwa juga merasa. Ada apa? apa kita melakukan suatu kesalahan sehingga dijauhi seperti ini? mereka benar-benar menjauhi kami.
Lalu, semua semakin terasa semenjak seorang cewek sebut saja namanya Anu yang tiba-tiba dekat dengan mereka. Awalnya, Yoga memperkenalkannya kepada anak-anak cowok kelas A dulu dan taraaaaa~ dia deket beneran sama mereka termasuk Nanda. Bahkan Nanda sekarang bisa tertawa lepas dan terlihat benar-benar akrab sama dia.
Iri? Jealous? ya! aku akui aku iri dan jealous sama dia! aku merasa dia mengambil posisiku di antara para anak cowok itu. Kenapa? apa karena dia mirip denganku? atau karena dia lebih feminim dariku? aku akui aku benar-benar merasa kehilangan sosok beberapa teman yang kusayangi. Aku benci kenapa harus seperti ini? aku tahu masih ada Bibil, Mei, Aiwa, Eka, Andrian, Dimas, Retno dan yang lainnya yang tidak berubah sama sekali. Tapi, ini tidak adil! aku tidak bisa menerima semua ini! kenap harus dia yang mengambil teman-temanku? kenapa firasatku menjadi nyata? kenapa semua ini bisa terjadi?
Aku menulis ini dengan air mata yang mengalir tanpa aku perintahkan. Aku sebisa mungkin menahan tangisku karena ada Eka yang sedang menginap di kamarku. Tapi, sekuat aku mencoba menahan ternyata percuma. Semakin aku tahan, semakin sakit aku rasakan.
To All of My Dearest 'Partai Inti'
Please, don't leave me like this. Don't you know i love you so much. You're the best friends ever i have in my life. You're my second family in this town. You're my light when my whole world become so dark. You're my everything and i don't want to lose you. Please, i beg you all to come back. I miss you so much.

@imseina


No comments:

Post a Comment