Thursday, November 13, 2014

Waktu yang Terhenti

Entah sejak kapan waktuku tak bergerak lagi
Entah sejak kapan aku merasakan seluruh waktuku terhenti
Walau sekuat apapun aku mencoba
Waktuku tetap terhenti dan tak akan pernah bergerak lagi

Aku sudah mencoba untuk bergerak maju
Tapi pada kenyataannya aku hanya berjalan di tempat
Aku mencoba untuk melangkah mundur
Tapi pada kenyataannya tak ada jalan untukku kembali

Sekeras apapun aku berteriak pasti tak akan terdengar
Sekencang apapun aku berlari pasti tak akan terkejar
Sekuat apapun aku memukul pasti tak akan sakit
Selama apapun aku menangis pasti tak akan ada yang mengerti

Semua karena aku hanyalah seorang diri dalam lingkaran waktu ini
Dalam lingkaran waktu yang terhenti
Dalam waktu yang tak akan bisa kugerakkan sendirian
Dan yang bisa kulakukan hanyalah menunggu
Menunggu sampai seseorang datang untuk menggerakkan waktuku kembali

@imseina

Wednesday, October 29, 2014

Too Afraid To Lose You

Well, kali ini aku ga akan ngebahas tentang Nanda lagi, tapi kali ini tentang teman-teman yang amat sangat kusayangi. Sejujurnya, baru selama kuliah ini aku mendapatkan teman-teman yang sangat baik dan jujur saja aku sangat menyayangi mereka juga bergantung kepada mereka. Kenapa kali ini aku membahas mereka karena aku merasa aku kehilangan mereka satu per satu. Dan rasa kehilangan itu amat sangat menyakitkan untukku.
Waktu semester dua, aku pernah mendapatkan firasat buruk. Firasatku mengatakan bahwa semua teman-temanku akan menjauh, tapi aku tak tahu kapan dan mengapa juga siapa.
"Menurut kalian, kita masih bisa tetep bareng-bareng kaya gini ga?"
Sebuah pertanyaan yang cukup polos terlontarkan begitu saja dari mulutku. Aku masih sangat ingat saat itu aku, Jaja, Aiwa, Diah, Wahyu, Nanda, Mei dan juga Eka sedang makan malam di 50:50. Mereka semua langsung melihatku dengan bingung.
"Kamu ngomong apa sih, Sei? kita pasti tetep ngumpul lah."
Aku tidak ingat siapa yang berkata seperti itu. Aku langsung menundukkan kepalaku. Firasat ini terlalu kuat untuk sekedar sesaat. Aku benar-benar merasa akan kehilangan mereka semua.
"Tapi, kita udah jarang bareng kan sekarang? pasti nanti semua pada mencar terus ga pernah bareng langi." lanjutku masih tetap tertunduk.
"Biasanya yang ngomong kaya gini yang ngejauhin duluan, loh."
Aku masih ingat bahwa itu Jaja yang berbicara sambil menepuk pundakku yang disertai dengan anggukan setuju dari yang lainnya. Aku hanya bisa tersenyum dengan terpaksa dan setelah itu mereka berjanji untuk terus bermain bersama tanpa ada yang berpencar.
Setelah semester tiga, firasatku menjadi kenyataan. Teman-temanku mulai berpencar. Aku akui jadwal kita semua berbeda, tapi walaupun kita memiliki jadwal yang sama para anak cowok terkesan menghindari bahkan menjauhi para anak cewek. Kupikir hanya aku yang merasa, tapi ternyata Mei dan Aiwa juga merasa. Ada apa? apa kita melakukan suatu kesalahan sehingga dijauhi seperti ini? mereka benar-benar menjauhi kami.
Lalu, semua semakin terasa semenjak seorang cewek sebut saja namanya Anu yang tiba-tiba dekat dengan mereka. Awalnya, Yoga memperkenalkannya kepada anak-anak cowok kelas A dulu dan taraaaaa~ dia deket beneran sama mereka termasuk Nanda. Bahkan Nanda sekarang bisa tertawa lepas dan terlihat benar-benar akrab sama dia.
Iri? Jealous? ya! aku akui aku iri dan jealous sama dia! aku merasa dia mengambil posisiku di antara para anak cowok itu. Kenapa? apa karena dia mirip denganku? atau karena dia lebih feminim dariku? aku akui aku benar-benar merasa kehilangan sosok beberapa teman yang kusayangi. Aku benci kenapa harus seperti ini? aku tahu masih ada Bibil, Mei, Aiwa, Eka, Andrian, Dimas, Retno dan yang lainnya yang tidak berubah sama sekali. Tapi, ini tidak adil! aku tidak bisa menerima semua ini! kenap harus dia yang mengambil teman-temanku? kenapa firasatku menjadi nyata? kenapa semua ini bisa terjadi?
Aku menulis ini dengan air mata yang mengalir tanpa aku perintahkan. Aku sebisa mungkin menahan tangisku karena ada Eka yang sedang menginap di kamarku. Tapi, sekuat aku mencoba menahan ternyata percuma. Semakin aku tahan, semakin sakit aku rasakan.
To All of My Dearest 'Partai Inti'
Please, don't leave me like this. Don't you know i love you so much. You're the best friends ever i have in my life. You're my second family in this town. You're my light when my whole world become so dark. You're my everything and i don't want to lose you. Please, i beg you all to come back. I miss you so much.

@imseina


Thursday, October 23, 2014

君は私の一輪の花

Jika semua orang ibarat berbagai macam bunga, maka bunga itu tidak hanya memiliki satu warna saja. Dan aku pasti merasa sedang berada di sebuah ladang bunga yang luas dan dikelilingi berbagai macam bunga yang indah. Walaupun banyak bunga yang lebih indah, entah bagaimana aku hanya melihat dan memperhatikan satu bunga yang belum berkembang dengan sempurna dan sangat kecil. Bunga yang masih putih namun bisa berubah menjadi hitam jika aku tak merawatnya dengan baik. Seperti itulah dirimu di mataku, maka dari itu aku akan menjagamu dari kejauhan karena tidak baik juga jika aku menjagamu dari dekat. Aku tak ingin menghalangi sinar matahari agar kamu bisa tetap tumbuh besar.Aku tak ingin menghalangi hujan yang turun agar kamu semakin subur. Namun, jika badai datang aku siap untuk melindungimu dari dekat. Tak akan pernah kubiarkan kamu hancur hanya karena badai itu. Aku melakukan semua itu karena kamu adalah bunga yang berbeda di mataku. Bunga yang suatu saat nanti akan menjadi sangat indah mengalahkan semua bunga yang ada.

@imseina

Monday, October 20, 2014

I'll stay... from today... tomorrow... till I really move on

Dari judulnya aja udah keliatan galo dan aku yakin temen-temenku tau siapa orang yang dimaksud disini. Ya, siapa lagi kalo bukan sebut saja Nanda dan itu bukan nama samaran loh. Entah bagaimana aku memutukan untuk memilih jalan seperti ini saat salah seorang temanku, Wahyu mengatakan sesuatu.
"Kasian banget si Seina, 1 setengah tahun masa ga move on."
Dua kalimat itu jujur saja sangat menohok. Lalu dilanjutkan lagi.
"Buat apa selalu bareng kalo endingnya jauh-jauhan kaya gini?"
Fine. Kalimat itu semakin membuat penyesalanku bertambah. Dan aku hanya bisa menendang-nendang kakinya seperti yang biasa aku lakukan. Jujur aja saat itu aku seharusnya bisa saja menangis, tapi entah bagaimana aku tidak bisa padahal aku berharap aku bisa menangis meraung-raung sampai mataku bengkak.
Saat perjalanan pulang, pikiranku terus melayang kesana-kemari. Melihat kamar kosku yang dulu malah semakin membuat hatiku miris. Aku akui separuh jiwaku masih tertinggal di kamar itu. Kamar 1.04 Kos Umbul Putri. Semua kenangan tersimpan dengan baik, rapi dan mulus disana. Bukankah aku pindah kosan untuk memulai semua yang baru? bukankah aku harus melupakan semua itu?
Setelah aku berpikir keras sampai tertidur dan terbangun lagi, saat itulah aku memutuskan untuk tetap bertahan. Tetap bertahan meyukainya namu tak akan mengharapkan balasan darinya karena menurutku hanya menyukainya dari kejauhan itu sudah cukup untukku. Mungkin aku munafik, tapi ya itu yang paling aku inginkan saat ini. Aku akan tetap seperti ini. Aku akan tetap menunggunya sampai akhirnya aku akan move on dengan seiring berjalannya waktu. Aku tidak peduli mau ia menyukaiku atau tidak yang pasti aku akan tetap seperti ini dan aku akan menerima semua ini sebagai hukumanku karena mengabaikannya dulu. Mungkin aku tak pantas untuknya dan sangat aku sadari itu karena dia amat sangat sabar menghadapiku maka dari itu aku tak akan mengharapkan ia untuk membalas perasaanku ini.
Seperti kata Yoga dan Andrian "気づいたら片想い" atau "When I Realized, My Love was Unrequited"
Terimakasih, Nanda. Kamu mengajarkan aku cara menyukai seseorang dengan setulus hati tanpa peduli ia buruk atau tidak.

@imseina

Thursday, September 25, 2014

Too late to realize

Aku kini hanya bisa menatapnya dari kejauhan saja. Ya, menatap seorang lelaki yang memiliki tubuh cukup proposional dan juga berkulit putih. Masih sangat kuingat bagaimana dulu aku selalu dapat menyentuh bahkan sampai menarik ujung kemejanya. Dan sangat kusadari perubahan yang terjadi pada dirinya, ia kini terlihat lebih kurus dibandingkan saat aku masih di sampingnya dulu. Bukan hanya tubuhnya, tapi kantong matanya juga kini terlihat lebih menghitam seperti kurang tidur dan bibirnya yang berwarna kemerahan kini terlihat sedikit menghitam juga. 
Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu? Apakah hanya aku saja yang menyadari semua perubahanmu itu? Tapi kenapa hanya aku?
Maaf, jika kini aku tak berani mendekatimu lagi. Entah bagaimana aku selalu merasakan jantungku berdetak berkali-kali lipat lebih cepat saat ada di dekatmu sampai-sampai rasanya sulit untukku bernapas. Aku juga tak bisa bercanda dan tertawa lepas bersamamu seperti dulu lagi karena kini sangat sulit bagiku untuk mengeluarkan beberapa kata saat berhadapan denganmu.
Kini aku telah menyadari perasaanku ini. Ternyata perasaan ini bukan sekedar suka karena aku melihatmu dengan berbeda. Ini juga bukan suatu perasaan cinta karena aku benar-benar menganggapmu lebih dari sekedar itu. Ya, aku sadar aku sudah menyayangimu. Maaf, jika aku terlambat menyadarinya. Aku mungkin sangat terlambat karena kini kau tak menyukaiku seperti dulu lagi. Tapi satu hal yang pasti, aku akan membuatmu menyayangiku seperti dulu lagi karena aku tahu bahwa kau masih memerhatikanku dari kejauhan.


@imseina

Saturday, September 20, 2014

Feels Like Insomnia~

insomniaaaa insomnia melandaaaa nooo *gelindingan* entah gimana jam segini saya masih melek -_- oke berhubung saya ga tau saya harus melakukan apa, saya akan membuat sesuatu untuk anak setan salah maksudnya anak orang hahaha...

"Jika ada satu saja kesempatan lagi untukku sadar akan perasaanmu, mungkin semua tak akan seperti ini. Pastinya saat ini aku sedang berdiri di sampingmu, tertawa dan bercanda bersamamu. Maaf jika selama ini aku selalu menepis semua perasaanmu padaku. Maaf jika aku terlambat menyadari perasaanku ini..." 



eh iya buat yang kepo itu tulisan apa yg ada di gambar -> いかないで私の好きな人 atau  いかないでわたしのすきなひと yang dibaca "Ikanaide watashi no sukina hito" yang artinya "Jangan pergi, orang yang kusukai" hehehe

@imseina

first post but not my first blog kkk....

hello... entah ini blog yang keberapa saya juga tak tahu hahaha :P satu hal yang pasti saya membuat blog baru ( lagi ) karena saya lupa passwordnya ( lagi ) -_-" oke berhubung akhir-akhir ini saya-ehem-sedang rajin-rajinnya menulis, jadi saya putuskan akan mulai ngeblog lagi~ yey! \(^o^)/ mungkin saya juga akan ngepost beberapa hal random bahkan mungkin curcolan juga tapi tak apa ya wong ini blog saya huehehe *ditebas*
dan untuk postingan pertama kali ini saya akan mempost puisi yang saya buat pada tanggal 16 Juni 2014 baiklah ini dia puisinya~

MIMPI BURUK TIADA AKHIR

Apakah kau tahu bahwa aku selalu menahan napasku saat melihatmu?

Apakah kau tahu bahwa aku selalu tak dapat menatapmu wajahmu lama?
Apakah kau tahu bahwa aku selalu gelisah saat kau menghindariku?
Apakah kau tahu bahwa aku selalu meneteskan air mata saat kau mengabaikanku?

Mungkin kau tak akan pernah mengetahui semua itu

Mungkin semua ini hanyalah perasaanku saja
Dan mungkin hanya aku saja yang berlebihan menanggapi semua hal ini
Tapi aku salah karena semua ini nyata 

Aku selalu berkata kepada diriku sendiri bahwa ini hanya akan terjadi sebentar saja

Aku selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa semua ini hanyalah mimpi saja
Tapi pertanyaan demi pertanyaan dari teman-temanku membuatku tersadar
Dan aku semakin sadar bahwa mimpi buruk ini tak akan ada akhirnya

@imseina