Monday, October 20, 2014

I'll stay... from today... tomorrow... till I really move on

Dari judulnya aja udah keliatan galo dan aku yakin temen-temenku tau siapa orang yang dimaksud disini. Ya, siapa lagi kalo bukan sebut saja Nanda dan itu bukan nama samaran loh. Entah bagaimana aku memutukan untuk memilih jalan seperti ini saat salah seorang temanku, Wahyu mengatakan sesuatu.
"Kasian banget si Seina, 1 setengah tahun masa ga move on."
Dua kalimat itu jujur saja sangat menohok. Lalu dilanjutkan lagi.
"Buat apa selalu bareng kalo endingnya jauh-jauhan kaya gini?"
Fine. Kalimat itu semakin membuat penyesalanku bertambah. Dan aku hanya bisa menendang-nendang kakinya seperti yang biasa aku lakukan. Jujur aja saat itu aku seharusnya bisa saja menangis, tapi entah bagaimana aku tidak bisa padahal aku berharap aku bisa menangis meraung-raung sampai mataku bengkak.
Saat perjalanan pulang, pikiranku terus melayang kesana-kemari. Melihat kamar kosku yang dulu malah semakin membuat hatiku miris. Aku akui separuh jiwaku masih tertinggal di kamar itu. Kamar 1.04 Kos Umbul Putri. Semua kenangan tersimpan dengan baik, rapi dan mulus disana. Bukankah aku pindah kosan untuk memulai semua yang baru? bukankah aku harus melupakan semua itu?
Setelah aku berpikir keras sampai tertidur dan terbangun lagi, saat itulah aku memutuskan untuk tetap bertahan. Tetap bertahan meyukainya namu tak akan mengharapkan balasan darinya karena menurutku hanya menyukainya dari kejauhan itu sudah cukup untukku. Mungkin aku munafik, tapi ya itu yang paling aku inginkan saat ini. Aku akan tetap seperti ini. Aku akan tetap menunggunya sampai akhirnya aku akan move on dengan seiring berjalannya waktu. Aku tidak peduli mau ia menyukaiku atau tidak yang pasti aku akan tetap seperti ini dan aku akan menerima semua ini sebagai hukumanku karena mengabaikannya dulu. Mungkin aku tak pantas untuknya dan sangat aku sadari itu karena dia amat sangat sabar menghadapiku maka dari itu aku tak akan mengharapkan ia untuk membalas perasaanku ini.
Seperti kata Yoga dan Andrian "気づいたら片想い" atau "When I Realized, My Love was Unrequited"
Terimakasih, Nanda. Kamu mengajarkan aku cara menyukai seseorang dengan setulus hati tanpa peduli ia buruk atau tidak.

@imseina

No comments:

Post a Comment